Bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah, menulis di pagi buta dengan diselingi lantuan lagu sholawat, menambah semangat dan gairah.. melepas penat seminggu UTS yang menyita tenaga dan pikiran, sahabatku,  momentum tahun baru 1 hijriah juga bersinggungan dengan hari sumpah pemuda yang kemaren baru kita peringati  sebagai pemuda apa yang harus kita isi dan lakukan ? sebagai generasi penerus bangsa dan negara kesatuan indonesia yang kita cintai ini ?

Generasi Muda ber Prestasi, yah kata ini sering kita dengar dimana-mana. Kita sering mendengar orang mengatakan “yang muda yang berprestasi” baik di media cetak maupun di televisi dan media2 elektronik lainnya. Kalimat tersebut seakan-akan sudah menjadi hal yang sangat di idam-idamkan bagi para generasi muda sekarang ini kata “yang muda yang berprestasi” dapat diartikan bahwa itu adalah tanggung jawab generasi muda untuk meraih prestasi dalam hal dan bidang apapun dan dapat kita ketahui bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting untuk generasi-generasi penerus bangsa.

Baik-buruknya sebuah bangsa dipengaruhi pada bangunan karakter generasinya. Karakter yang kuat akan menjadikan sebuah bangsa menjadi kuat pula. Karena dengan karakter, kita dapat memberikan ruh pada setiap aktivitas yang dilakukan oleh siapa pun saja baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi hingga bangsa ini termasuk dalam memberikan arah perjalanan bangsa ke depan. Dengan karakter yang positif, akan dapat mengurangi berbagai perilaku destruktif generasi muda, memberikan arah bagaimana mereka merengkuh masa depan yang cerah. Dengan karakter positif yang kuat, akan dapat membentengi generasi muda dan pelaksana negeri ini dari tindakan-tindakan yang dapat merendahkan martabat bangsa seperti korupsi, dan perilaku manipulatif lainnya.

sebuah kisah tentang remaja-remaja yang luar biasa, dalam buku cita-cita ( the secret and power within) karya m iqbal dawami.

Nama lengkapnya adalah Abdurahman Faiz. Di usia 8 tahun ia sudah menelurkan buku kumpulan puisi berjudul Untuk Bunda dan Dunia (DAR Mizan, Januari 2004) dengan kata pengantar dari Taufik Ismail. Buku tersebut meraih Anugerah Pena 2005 serta Buku Terpuji Adikarya IKAPI 2005. Lalu disusul buku keduanya terbit di tahun yang sama dengan buku pertama. Guru Matahari, juga diterbitkan DAR Mizan, bahkan masuk dalam daftar nomine Khatulistiwa Literary Award 2005. Setelah itu berturut-turut Aku Ini Puisi Cinta, kumpulan esai Permen-Permen Cinta Untukmu, dan yang terbaru Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil yang diterbitkan Lingkar Pena Publishing House, Juli 2007.

Kemampuan menuangkan pikiran dan perasaannya yang dimiliki Faiz di usia belia sangat luar biasa, dan itu tidak lepas dari kerja keras ayah dan ibunya, pasangan wartawan Tomi Satryatomo dan sastrawan Helvy Tiana Rosa. Helvy. Kedua orangtuanya sudah mengamati bakat putra sulungnya yang gemar merajut kata-kata menjadi kalimat indah sejak dini.
Sejak bisa membaca dan menulis di usia 5 tahun, kemampuan Faiz merangkai kata mengalir deras. Kalimat yang dipilihnya sangat puitis. Ketikka menyadari kecenderungan anaknya itu, Ibunya menawari Faiz untuk ikut beragam perlombaan menulis. Dan Faiz sering memenanginya, di antaranya meraih Juara I pada Lomba Menulis Surat untuk Presiden tingkat nasional yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta pada 2003. Saat itu ia baru duduk di kelas I SD. Ketika duduk di kelas II SD, ia juga menjuarai Lomba Cipta Puisi Tingkat SD seluruh Indonesia yang diadakan Pusat Bahasa Depdiknas pada 2004.
Sebelum Faiz ada juga anak-anak lainnya yang berhasil menyalurkan minat dan bakatnya di bidang tulis-menulis, di antaranya Sri Izzati. Novelnya berjudul Kado Buat Ummi diluncurkan pada 2003 saat ia baru berusia 8 tahun. Gadis kecil kelahiran Bandung, 18 April 1995, ini sudah mulai menulis buku sejak kelas II SD. Izzati bahkan sudah meluncurkan novel keduanya yang berjudul Powerful Girls. Ia berhasil dinobatkan sebagai novelis termuda oleh MURI.
Respon pasar terhadap seri Kecil-Kecil Punya Karya ternyata cukup bagus. Terbukti dari membanjirnya pengunjung cilik dan para orangtua pada setiap peluncuran buku. Faiz dan Izzati kemudian menjadi sosok idola baru di tengah keringnya ladang buku anak lokal.
Sejak itulah bermunculan penulis-penulis cilik lain yang menelurkan buku mereka. Ada Qurota Aini, bocah yang di usia 7 tahun menerbitkan buku Nasi untuk Kakek. Buku Aini kemudian meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia sebagai penulis termuda. Buku keduanya Asyiknya Outbond terbit setahun setelah itu.
Berturut-turut setelah itu, DAR Mizan mengeluarkan sederet buku di bawah bendera seri ini. Putri Salsa, anak penulis best-seller Asma Nadia -yang tidak lain adik kandung Helvy– ikut digaet DAR Mizan. Bukunya My Candy berjejer bersama karya sejumlah penulis cilik lainnya. Di dalam daftar itu, ada pula Beautiful Days karya Bella, 6, putri penulis dan pendiri komunitas budaya Rumah Dunia, Gola Gong.
Itulah sekelumit kisah tentang anak-anak yang mempunyai kecerdasan di bidang tulis-menulis, yang orangtuanya sudah mengenali dan menyalurkannya sejak dini, sehingga mereka menemukan dunianya.
Banyak orang mengatakan bahwa, sebenarnya bakat dan minat anak akan sesuatu hal dapat dilihat sejak masih kecil atau tepatnya sebelum ia mulai bersekolah. Mulai dari bakat menulis, menari, olahraga, musik, sosial, maupun eksakta. Tinggal bagaimana orangtua mengarahkannya berdasarkan minat dan bakatnya, maka anak itu akan menjadi yang terbaik dibidangnya kelak. Sekarang, bukan zamannya lagi, orang tua memaksakan kehendak kepada anak – anaknnya. Itu akan membuat daya imajinasi mereka berkurang dan terkontrol atas kehendak dan kemauan orangtuanya. Alhasil, pada suatu saat anak akan merasakan suatu kelelahan, dan
akhirnya merasakan suatu kebosanan. Maka dari itu, sudah sebaiknya orang tua yang baik, membimbing anaknya ke bidang yang ia mau.

Menurut Dr Thomas Amstrong, pakar pendidikan, bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa potensi yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Sifat yang menjadi bawaan itu antara lain : keingintahuan, daya eksplorasi terhadap lingkungan, spontanitas, vitalitas, dan fleksibilitas. Dipandang dari sudut ini maka tugas setiap orang tua dan guru hanyalah mempertahankan sifat-sifat yang mendasari kecerdasan ini agar bertahan sampai anak-anak itu tumbuh dewasa.
Ada orang tua yang menganggap bahwa tingkat kecerdasan anak diukur dari IQ-nya saja. Anak yang mempunyai tingkat intelektual yang tinggi adalah anak yang mampu mengerjakan soal matematika atau pelajaran eksakta daripada pelajaran lainnya. Hal ini jelas sebuah pandangan yang harus sedikit diubah dalam masyarakat kita, khususnya para orang tua. Tingkat kecerdasan anak sekarang ini tidak hanya diukur dari IQ saja, namun juga tingkat spiritualitas (SQ) dan emosionalnya (EQ). Kita juga harus menyadari bahwa seorang anak mempunyai tingkat kecerdasan dan bakat, serta minat yang berbeda-beda.
Berbicara masalah bakat, ada anak yang berbakat dalam hal seni, menulis, olahraga, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, peranan orang tua dalam memupuk bakat anak sejak usia dini agar berkembang secara optimal adalah sangat penting. Mel Levine, salah seorang pakar pendidikan anak, menekankan bahwa sangatlah penting untuk menumbuhkan dan meningkatkan kelebihan pada anak. Lebih lagi pada minat yang terfokus, perlu juga dipupuk. Pikiran manusia itu berkembang dengan minat yang mendalam pada bidang yang menarik baginya. Minat pada suatu bidang bisa membuat kita mahir dalam hal tersebut. Oleh sebab itu, orang tua dan guru perlu membantu menemukan hal yang diminati anak dengan sepenuh hati. Bicara masalah bakat, ada tujuh jenis kecerdasan manusia yang
dikembangkan dari hasil penelitian Dr Howard Gardner, seorang profesor pendidikan di Harvard University, yakni teori multiple intelligences. Ia menegaskan bahwa manusia memiliki tujuh jenis kecerdasan yang berbeda-beda dan menggunakannya dengan cara-cara yang sangat personal.

Tujuh jenis kecerdasan itu adalah,

pertama, kecerdasan linguistik, yakni kemampuan untuk berpikir dalam bentuk kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks. Misalnya pengarang, penyair, jurnalis, pembicara, dan penyiar berita.

Kedua, kecerdasan logika-matematika, yakni kemampuan dalam menghitung, mengukur, dan mempertimbangkan proposisi dan hepotesis, serta menyelesaikan operasi-operasi matematis. Misalnya ilmuwan, ahli matematika, akuntan, insinyur, dan pemrogram komputer.

Ketiga, kecerdasan spasial, yakni membangkitkan kapasitas untuk berpikir dalam tiga dimensi, seperti yang dilakukan oleh para pelaut, pilot, pemahat, pelukis, dan arsitek.

Keempat, kecerdasan kinestetik-tubuh yang memungkinkan seseorang untuk menggerakkan objek dan ketrampilan-ketrampilan fisik yang halus. Contohnya atlet, penari, dan ahli bedah.
Kelima, kecerdasan musik jelas kelihatan pada seseorang yang memiliki sensitivitas pada pola titinada, melodi, ritme, dan nada. Misalnya komposer, konduktor, musisi, dan kritikus.

Keenam, kecerdasan interpersonal, yang merupakan kemampuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Misalnya guru, pekerja sosial, artis, dan politikus yang sukses.

Ketujuh, kecerdasan intrapersonal yang merupakan kemampuan untuk membuat persepsi akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan semacam itu dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang.
Setiap anak bisa memiliki satu atau beberapa kecerdasan di atas yang menonjol dan beberapa kecerdasan lain yang normal atau bahkan rendah. Berikut ini penjelasan untuk setiap jenis kecerdasan. Maka, mulailah saat ini kita arahkan dan bina anak-anak kita sesuai minat dan bakatnya sehingga mereka mendapatkan kecerdasannya yang dimilikinya.

sahabatku semua yang dirahmati ALLAH…

sungguh dampak perkembangan dunia informasi dan teknologi belakangan ini seringkali disalahgunakan oleh generasi muda untuk hal-hal yang dapat merugikan mereka. Sebab itu, salah satu upaya agar dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif pesatnya kemajuan teknologi adalah dengan akhlak mulia.

apalagi ditamabah dengan maraknya virus facebook Dengan jumlah facebooker yang mencapai hamper 23 juta maka diluar dugaan Indonesia menjadi 10 negara terbesar pengguna bersama dengan. AS, Inggris, Turki, Perancis, Canada, Itali, Spanyol, Australi dan Pilipina. Perkembangan facebooker ini melesat dari tahun ke tahun, mulai hanya 831 ribu facebooker pada tahun 2008 hingga mencapai jumlah 22 juta pada tahun 2010 ini dan diprediksi akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Lantas kitapun mesti harus mempersiapkan mental kita,
apabila sebagian besar pengguna facebook adalah remaja putra putri kita. Akses negatip apa yang bakal menerpa mereka. Memang perlu kita waspadai bahwa semenjak masyarakat Indonesia mengenal telepon seluler, kemudian internet dan terakhir adalah facebook, sedikit banyaknya sistim tersebut telah mengubah perilaku mereka.  Betapa tidak, mereka ibaratnya telah menjadi bagian masyarakat yang tidak lagi interaktif dan komunikatif dengan lingkungan sosialnya dan pada gilirannya nanti bakalan menjadi masyarakat dengan fitur sosial yang tanpa kepedulian sesama, pengaruh ini sudah barang tentu akan signifikan terhadap remaja.
Karena mereka hanya bersedia berinteraksi dengan komunitasnya yang berada dalam satu sistim.

lalu apa penawar dari maraknya virus facebook ?

jawabnya adalah akhlak mulia, Akhlak tak jauh beda dengan karakter pada manusia. Orang yang berakhlak mulia adalah mereka yang punya karakter kuat untuk berani membuat keputusan dan siap menanggung semua resiko atas keputusan yang diambil. Mereka tak pernah takut dengan yang namanya kegagalan dan tak pernah gentar untuk menghadapi segala tantangan. Orang yang berakhlak selalu menjunjung tinggi pada kebenaran dan tak akan melawan hukum alam yang selalu ada dalam kehidupan ini.

Sebenarnya nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh teladan untuk menjadi pemimpin yang baik kepada kita semua sebagai umatnya. Beliau memiliki sifat kenabian yang terdiri dari Sidiq (jujur), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya), dan Fathonah (cerdas). Dengan sifat kenabian itu beliau telah banyak memberikan contoh kepada kita untuk menjadi pemimpin atau khalifah yang bermanfaat untuk orang banyak, dan berakhlak mulia. Tidak  cepat terpancing emosi, sehingga mampu menjadi makhluk yang sabar.

Makhluk yang sabar adalah makhluk yang mampu menahan emosinya ketika akan marah. Di situlah sebenarnya sehebat-hebatnya manusia yang telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Muhamad SAW. Senantiasa menyambung tali silaturahim dan mampu memaafkan orang yang berbuat tidak  baik kepada dirinya.Itulah akhlak terbaik Rasulullah yang menjadi panutan kita sebagai umatnya.

nah pertanyaan saya, siapkah kita mengajarkan akhlak mulia kepada generasi muda kita ?

anak muda adalah aset perubahan bagi kita semua. terutama saya sendiri. kita lihat saja, banyak sekali prestasi anak muda kita yang membanggakan tapi yang ikut forum internasional kok hanya sedikit saja anak muda yang di expose. kemanakah televisi kita selama ini? apakah televisi kita lebih senang menayangkan tayangan-tayangan yang tidak mendidik misalkan gosip selebritis, perselingkuhan para artis dan politisi kita, korupsi, kasus penjualan Ijazah Palsu, dan sebagainya. lantas, banyak anak muda kita yang sering terjebak tayangan yang tidak bermutu tersebut. misalkan di televisi swasta, dari pagi hingga sore banyak sekali tayangan-tayangan yang tidak bermutu mengakibatkan banyaknya reality show, acara musik yang gak jelas, acara talkshow yang tidak ada maknanya, dan sebagainya. lalu kemanakah anak-anak muda yang berprestasi di Indonesia, Justru malah di kenal di negeri orang lain? apakah salah? sebenarnya banyak sekali anak-anak muda yang berprestasi baik di negeri sendiri maupun di negeri orang lain namun kenapa tidak di expose lebih jauh lagi? apakah salah dengan pertelevisian kita?

saya kadang bingung, makanya saya jarang menonton tv. bukannya tidak punya tv, tapi males saja, jika saya nyalakan tv isinya ya itu-itu saja, sedikit sekali yang membangun karakter mental dan kepribadian, tapi kebanyakan diisi oleh khayalan musik, hura-hura, sinetron yang fiktif, imajinasi, dan berita-berita kriminal, bahkan yang sedang populer saat ini anggota dewan dan para menteri yang saling serang, entah siapa yang benar, tapi saya yakin kebenaran yang akan menang…

akan ada masa dimana tindak korupsi diberantas dibumi indonesia tercinta ini,

sahabatku yang dirahmati Allah,

lihatlah kelakuan Pelajar saat ini yang semakin brutal saja, kita tengok belakangan ini makin banyak tawuran antar pelajar yang sangat membahayakan keselamatan orang lain karena mereka tawuran dengan menggunakan senjata tajam, biasanya mereka menggunakan besi berbentuk gir yang di buat tajam, mistar besi, dan benda – benda senjata tajam lainnya dan pastinya merka hanya berkelahi dengan pasukannya masing- masing yang memakan korban jiwa luka maupun meninggal dunia.

Pada jaman sekarang pemuda-pemudi di Indonesia sudah banyak yang tidak memperdulikan / menumbuhkan semangat perjuangan atau semangat kemerdekaan Indonesia . Tidak seperti jaman dahulu semangat para pemuda masih berkobar-kobar . Pemuda-pemuda jaman sekarang mulai terpengaruh oleh berbagai hal yang tidak baik bagi pemuda tersebut .

Hanya waktu yang habis disia-siakan untuk hal yang tidak berguna ,Seperti Mendengarkan Musik, Nonton Televisi, Bengong seharian. Itu kan Hal yang tidak Berguna sama sekali .

nah, pertanyaan saya lagi, siapa yang berhak disalahkan karena generasi reamaja kita demikian ? hayo jawab….

dimana ?”Generasi Muda Berakhlak Mulia ?

Dengan Menjadi Insan yang Kreatif, Inofatif, Prestatif , sholeh dan Solehah” ?

dimana ?

Bayangkan jika negeri ini memiliki generasi muda yang punya karakter kuat serta akhlak yang mulia tentu kita akan tersenyum dan merasa tenang saat para pemimpin telah pergi meninggalkan dunia ini. Tapi sebaliknya kalau calon penerus tak punya bekal akhlak mulia tentu detik detik masa depan suram akan selalu menjadi mimpi buruk dalam hidup kita.

hayo siapa yang mau menajawab untukku ?

Hayo generasi muda putra-putri bangsa
Singkirkanlah selimutmu, bangun dan bangkitlah
Bersihkanlah pakaianmu, pandanglah ke muka
Engkaulah harapan Wahai generasi muda insan beragama
Tunjukkanlah bahwa Anda berakhlak mulia
Sinarilah wajah bangsa dengan keimanan Siapa pun Anda mari amalkanlah
Jangan cuma kata mari nyatakanlah
Agar citra bangsa harum dan mulia

ya Allah, bantulah aku untuk memelihara keremajaan dari semangatku,

Keinginanku menjadi sesuatu yang besar

Karna aku belum dibatasi oleh pengalaman,

Ijinkan aku untuk mencoba apapun…….

Karena orang tua yang telah terbatasi dengan pengalaman gagal, membatasi yang dicobanya..

Izinkan aku menjadi jiwa yang selalu muda,

Agar aku membantu kehidupan bangsa kita ini selalu remaja, ceria dalam kebahagiaan pada semua tingkat usia. Amin…

semoga bermanfaat.