bismillahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

Malam berganti pagi, lorong gelap berujung terang dan badaipun akan mereda. Begitupula air mata duka akan mengering, keluh kesah mereda dan damai bersemayam dihati.

kehidupan ini ada yang punya, ada yang mengndalikan dan ada yang mengatur. dialah Allah. kita pun tahu dalam kehidupan ini, sesungguhnya tidak ada penolong dan pelindung selain dirinya. Pun tidak ada pemberi karunia kecuali juga dirinya semata, kehidupan ini berjalan atas ijinnya, kenapa kita tidak sepenuhnya berserah diri kepadanya? kenapa kawan?

sebuah kisah…
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
“Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,  pasti  dia tidak pernah risau dan bersedih hati.”

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau, dan orang-orang  pasti  setuju   dengan sikapku l ini.”

Abu Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu?”

baca selengkapnya..